Pengalaman Bayar Teman Bus dengan QRIS dan Tap Card

pengalaman-bayar-teman-bus-solo

Halo Teman Ami! 

Bagi Teman Ami pengguna Teman Bus khususnya di Kota Solo nggak kaget, kan, kalau naik bus Batik Solo Trans sudah bayar? Ya, kebijakan ini benar-benar diberlakukan sejak 1 Januari 2023. 

Kok, nulisnya benar-benar? Yup, karena tarif bus Rp 0,- mau di-stop di akhir Bulan Oktober 2022, tapi nggak jadi. Alhasil diperpanjang, deh, sampai Bulan Desember 2022 gara-gara subsidi dari dana APBD-P Kota Surakarta. 

Nah, untuk pembayaran bus Batik Solo Trans (BST) yang dikelola Teman Bus kini hanya menggunakan pembayaran non tunai. Ada dua cara pembayaran non tunai, menggunakan QRIS atau tempel kartu e-money

Kedua pembayaran non tunai ini sudah aku coba semuanya. Masing-masing memiliki pengalaman yang berbeda. Gampang, sih, tapi ribetnya juga ada. Gara-gara penggunaan QRIS dan tap card untuk bayar Teman Bus Solo hampir sebulan membuatku penasaran dengan kesan teman-teman yang lain. Alhasil, aku iseng buat polling di Story Instagram. Tentu orang-orangnya bukan hanya Teman Bus dari Solo aja, ya. 

Hasil Yang Mencengangkan!

Hasil polling-nya bikin kaget. Soalnya banyak yang memilih dengan tap card sebanyak 67%.

pendapat-bayar-teman-bus-solo

Dugaan awalku pasti banyak yang memilih dengan menggunakan QRIS. Siapa, sih, yang nggak tahu kemudahan menggunakan QRIS?

instagram-teman-bus-solo-opini

Betul sekali pendapat dua temanku, adanya QRIS itu sangat membantu dalam transaksi. Akupun juga merasakan yang sama. Tapi, untuk hal bayar Teman Bus hasil polling netizen hanya 33% saja. Aku pribadi juga lebih memilih tap card untuk pembayaran Teman Bus. 

Alasan Pilih Tap Card untuk Bayar Teman Bus Solo

Teman-teman yang memilih tap card sayangnya nggak memberi alasan kenapa mereka memilih cara tap card untuk bayar Teman Bus. Mungkin alasan yang kusebutkan berikut ini juga mewakili mereka. 

Tap card lebih cepat 

    Tinggal tempelkan kartu pada mesin, tunggu hingga warna mesin menjadi hijau, pembayaran selesai. Prosesnya nggak sampai 2 menit. Jika menggunakan QRIS harus menjaga keseimbangan badan untuk scan QR dan harus gercep alias gerak cepat dalam memasukkan pin.

    Penggunaan QRIS untuk bayar Teman Bus jujur aku masih kaku banget karena saat scan barcode goyang dikit sistem tidak mau membaca.

    Lebih aman ketika hujan

      Kartu e-money menurutku lebih minim resiko dibanding menggunakan handphone sewaktu musim hujan. Kartu tinggal dikalungkan di leher dan handphone tetap aman di dalam tas yang bermantol. Sungguh sangat ribet jika hujan-hujan pegang payung dan masih pegang handphone untuk bayar bus.

      Manusia wifi

      Alasan yang aneh, ya, Teman Ami. Kadang-kadang aku lupa beli kuota baik kuota udah limit atau kuota udah kadaluwarsa karena keasyikan pakai wifi di rumah maupun di tempat kerja. Jadi, kalau naik Teman Bus pas enggak ada kuota nggak ada masalah, karena udah aman pakai tap card

      Mempermudah supir

      Ini nih yang kadang terlewatkan. Saat menggunakan e-money, supir dengan mudah melihat pembayaran berhasil atau tidak dengan perubahan warna lampu pada mesin. Jika mesin berwarna hijau pembayaran berhasil. Jika mesin berwarna merah pembayaran gagal. 

        Berbeda Jika kita menggunakan QRIS. Kita harus menunjukkan status pembayaran berhasil ke pak sopir. Sudah tulisannya kecil, pak supir disuruh membaca, padahal kondisi bus sudah mulai berjalan. Agak riskan nggak, sih?

        Nah, itulah beberapa alasanku memilih menggunakan kartu elektronik. Eh, bukan berarti menggunakan tap card tanpa kendala, ya, Teman Ami.

        Nggak Enaknya Bayar Teman Bus Pakai Tap Card itu…

        1. Isi saldo harus ke Alfamidi/ Indomaret/ Alfamart 

        Ya, karena handphone-ku tidak ada fasilitas NFC dan aku enggak punya akun bank yang sama dengan kartu elektronik.

        1. Mengisi saldo minimum Rp 50.000,-

        Kalau QRIS bisa suka-suka mau top up berapapun. Tapi, kalau kartu e-money sering digunakan enggak masalah, sih, jika top up 50 ribu. 

        1. Sulit untuk mengecek penggunaan kartu e-money

        Makanya harus rajin nyatet udah dipakai berapa kali untuk bayar teman Bus. Bisa, sih, cek transaksi apa aja yang sudah dilakukan, tapi harus ke bank penyedia kartu. Waktu itu iseng ke Alfamidi untuk minta dicetakkan daftar mutasi pengeluaran, ternyata enggak bisa. Bisanya cuma cek saldo dan cek riwayat top up

        1. Kartu non tunai yang tidak terbaca

        Awalnya aku mengira kartuku yang rusak karena berulang kali pembayaran gagal. Ternyata mesinnya yang tidak bisa membaca kartuku. Aku baru tahu gara-gara  naik koridor 4 di pagi hari. Mesin tap-nya nggak mau berubah warna hijau dan bertuliskan pembayaran gagal. Padahal biasanya pulang naik Koridor 4 nggak ada masalah. Pak sopir kemudian memberi penjelasan bukan kartuku yang rusak. Tapi, emang mesin pembayaran koridor 4 yang sedang kunaiki ini tidak bisa untuk kartu Flazz. Kesimpulannya belum semua mesin kompatibel dengan kartu non tunai kita, jadi siap-siap, ya. Semoga ke depannya segera diperbaiki, sih.

        1. Enggak sadar kedobelan ngetap

        Ini bukan aku yang mengalami, Teman Ami. Ceritanya ada ibu-ibu pekerja yang nanya ke sopir memastikan lagi kalau tarif Teman Bus Rp 3.700,-. Soalnya beliau mengisi saldo Rp 100.000,- hanya bisa digunakan beberapa kali . Setelah dicek mutasinya di bank, ada biaya Rp 7.400,- dalam sekali transaksi. Kalau dari penjelasan sopir mungkin saja ketika menempelkan kartu belum menunjukkan warna hijau, kartu sudah diangkat lalu penumpang ngetap lagi hingga berhasil. 

        1. Kartu e-money ketinggalan di rumah

        Pernah dong lupa bawa kartu karena habis dipakai lupa dimasukkan lagi dalam tas. Emang harus dibangun kebiasaan habis pakai kartu non tunai sampai rumah langsung dimasukkan lagi dalam tas supaya enggak ketinggalan. 

        Oke Teman Ami itu ceritaku tentang pengalaman bayar menggunakan pembayaran non tunai yaitu QRIS dan tap card. Meski agak ribet menggunakan kartu non tunai, aku tetap pilih tap card untuk digunakan sehari-hari. Kalau Teman Ami bayar Teman Bus, tim QRIS atau tim tap card?

        teman-bus-solo-qris-tap-card
        Advertisement

        16 comments

        1. Saya tim tap card sepertinya Mbak. Selain lebih aman, karena gak perlu buka-buka hape di kendaraan, rasanya lebih simpel hehehe. Memang sih kendalanya kalau kartu atau ponsel yang belum support NFC, mau gak mau harus pergi ke ATM atau gerai untuk mengisinya.

          Like

        2. Saya kayaknya juga lebih nyaman pakai tap card deh, Kak. Dulu pernah pakai e-money sewaktu masih sering naik Trans Jogja. Metode pembayaran non-tunai memang praktis ya, nggak perlu repot soal kembalian, dll.

          Like

        3. Aku juga sih kayaknya lebih milih pakai tap cash, apalagi kalau sering menggunakan Teman Bus. Lebih praktis ya nggak sih. Kartu khusus digunakan untuk itu, jadi fokus. Kalau HP bisa untuk berbagai macam penggunaan, termasuk QRIS.

          Like

        4. Aku juga lebih seneng pak QRIS sih mbaa, lebih simple ga ribet haha dan ga perlu bawa uang banyak2 di dompet. kadang aku malah ga bawa dompet, cukup pake hape aja kalo ke minimarket hehee

          Like

        5. seneng pake tap card sih.. apalagi kalo bawa anak yaa, kebayang ribetnya 😁 yaa tapi resiko tap card emang gitu yaa, kadang berulang kali bayar dan gak nyadar saldo udah abis haha

          Like

        6. Di Semarang ga ada Teman Bus, adanya Trans Semarang dan Trans Jateng yg utk ke wilayah2 di sekitar Semarang.

          Kayaknya emang enak pake tap card ya klo bayar2 gitu.

          Like

        Leave a Reply

        Fill in your details below or click an icon to log in:

        WordPress.com Logo

        You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

        Facebook photo

        You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

        Connecting to %s